Tag: supervisi pendidikan

Sejarah Supervisi Pendidikan

Supervisi pada dasarnya merupakan istilah yang relatif baru dikenal, khususnya dalam dunia pendidikan di Indonesia. Istilah ini muncul diperkirakan pada awal tahun 60-an, atau pada dua dasawarsa terakhir ini (Arikunto, 1988). Istilah supervisi diperkenalkan seiring dengan diberikannya mata kuliah administrasi pendidikan di beberapa IKIP di Indonesia, yang kemudian disusul dengan dijadikannya administrasi pendidikan sebagai mata

Pengertian Supervisi Pendidikan

Supervisi merupakan bagian dari fungsi manajemen pendidikan dalam langkah pelaksanaan. Robbins (1984) dan Sergiovanni (1987) menyebutnya dengan istilah leading, Robbins & Decenzo (2004) menyebutnya dengan istilah staffing, Newman (1967), menyebutnya dengan istilah supervising. Sementara itu bila dilihat dari substansi manajemen pendidikan, kegiatan supervisi merupakan kegiatan pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia. Terdapat lima aspek kajian

Perlunya Supervisi Pendidikan

Swearingen dalam Sahertian (2008) mengungkapkan latar belakang perlunya supervisi terletak berakar mendalam dalam kebutuhan riil masyarakat. Sejumlah latar belakang tersebut adalah latar belakang: kultural, filosofis, psikologis, sosial, sosiologis, dan pertumbuhan jabatan. Latar Belakang Kultural Pendidikan adalah bagian integral dari kebudayaan. Kebudayaan diciptakan oleh akal budi manusia. Sekolah sebagai salah satu pusat kebudayaan bertugas untuk menyeleksi

Praktik Supervisi Pengajaran

Berdasarkan berbagai aspek yang terdapat dalam situasi belajar mengajar, maka Supervisi Pendidikan adalah bantuan dalam mengembangkan situasi belajar mengajar ke arah yang lebih baik, dengan jalan memberikan bimbingan dan pengarahan pada guru serta guru dan petugas lainnya untuk meningkatkan kualitas kerja mereka di bidang pengajaran dengan segala aspeknya. Kepala sekolah sebagai pimpinan sekolah memiliki kewajiban