Buku Referensi, Monograf, & Buku Ajar

oleh: 

Prof. Dr. Sa’dun Akbar, M.Pd

Buku referensi adalah karya ilmiah berbentuk buku yang substansi pembahasannya sesuai bidang ilmu kompetensi penulis, mengandung nilai kebaruan, ada dukungan data atau teori mutakhir yang lengkap dan jelas, disertai daftar pustaka yang menunjukkan rekam jejak kompetensi penulis. Buku ajar adalah buku pegangan untuk suatu matakuliah yang disusun oleh dosen yang ruang lingkupnya dibatasi oleh silabus/RPS untuk mata kuliah tertentu yang setiap babnya tersusun aspek-aspek: pokok bahasan, tujuan pembelajaran, uraian materi, tugas latihan, rangkuman, dan uji kompetensi. Monograf adalah karya ilmiah dalam bentuk buku yang substansi pembahasannya hanya pada satu topik/hal dalam satu bidang ilmu kompetensi penulis, yang didalamnya terdapat rumusan masalah yang mengandung kebaruan (novelties), metodologi pemecahan masalah, ada dukungan data atau teori mutakhir yang lengkap dan jelas serta ada kesimpulan dan daftar pustaka yang menunjukkan rekam jejak kompetensi penulis.

Artikel ini menyajikan tentang karya ilmiah berbentuk Buku Referensi, Buku Ajar, dan Buku Monograf. Artikel ini ditulis berdasarkan pada: (1) Peraturan Menristek DIKTI Nomor 2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor; (2) Peraturan Rektor Universitas Negeri Malang  Nomor 11 Tahun 2015 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Angka Kredit Kanaikan Jabatan Akademik/Pangkat Dosen UM; dan (3) analisis penulis  berdasarkan kedua peraturan di atas. Artikel diakhiri dengan kesimpulan yang berupa persepsi atau penafsiran penulis berdasarkan kedua peraturan tersebut tentang buku Referensi, Buku Ajar, dan Buku Monograf.

Dengan menyajikan kutipan-kutipan langsung dari Peraturan Menristek Dikti Nomor 20 Th 2015 dan Peraturan Rektor Nomor 11 Tahun 2015 tersebut penulis memberi kesempatan kepada pembaca artikel ini untuk menafsirkan sendiri tentang Buku Referensi, Buku Ajar, dan Buku Monograf tsb. Kesimpulan yang disajikan diakhir tulisan ini benar-benar berdasarkan persepsi peneliti sendiri yang masih memungkinkan dapat diperdebatkan ditafsirkan secara berbeda oleh orang lain.

KARYA ILMIAH

Peraturan Menristek DIKTI Nomor 2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor dinyatakan bahwa  Karya ilmiah berbentuk buku dari hasil penelitian atau hasil pemikiran yang original dapat berupa Buku Ajar atau Buku Referensi atau Buku Monograf atau buku jenis lainnya yang diterbitkan dan dipublikasikan dengan kriteria: isi buku sesuai dengan bidang keilmuan penulis, berupa hasil penelitian atau pemikiran original, ber ISBN, tebal paling sedikit 40 halaman cetak menurut format UNESCO, berukuran standard 15 x 23 cm, diterbitkan oleh penerbit Badan Ilmiah/Organisasi/Perguruan Tinggi, tidak menyimpang dari falsafah Pancasila dan UUD RI Tahun 1945.

BUKU REFERENSI

Buku Referensi (dalam Peraturan Menristek DIKTI Nomor 20 Th 2017) dinyatakan bahwa Buku Referensi adalah suatu tulisan dalam bentuk buku yang substansi pembahasannya pada satu bidang ilmu kompetensi penulis. Isi tulisan harus memenuhi syarat-syarat sebuah karya ilmiah yang utuh, yaitu mengandung nilai kebaruan, dukungan data atau teori mutakhir yang lengkap dan jelas, serta ada daftar pustaka yang menunjukkan rekam jejak kompetensi penulis. Dalam Peraturan Rektor UM nomor 11 tahun 2015 dinyatakan bahwa Buku Referensi adalah suatu tulisan dalam bentuk buku yang substansi pembahasannya pada satu bidang ilmu. Isi tulisan harus memenuhi syarat-syarat sebuah karya ilmiah yang utuh, yaitu adanya rumusan masalah yang mengandung nilai kebaruan,  metodologi pemecahan masalah, dukungan data atau teori mutakhir yang lengkap dan jelas, serta ada kesimpulan dan daftar rujukan.

LP3 UM ketika melakukan penilaian Buku Referensi menggunakan kriteria—indikator sebagai berikut: (1) dasar menulis hasil penelitian/pemikiran, (2) pengguna utama dosen untuk mengajar dan meneliti; (3) alur dan struktur—sesuai alur logika urutan keilmuan; (4) ada peta keilmuan (scientific root map), (5) ada studi kasus dan ilustrasi; (6) bahasa—formal; (7) diterbitkan disebarluaskan dan ber ISBN; (7) substansi pembahasannya pada satu bidang ilmu; (8) untuk belajar terbimbing; dan (9) tujuan penggunaan untuk penelitian dan pengajaran.

Mengacu kepada Peraturan Menristek DIKTI Nomor 20 Th 2017 dan Peraturan Rektor UM nomor 11 tahun 2015, maka Buku Referensi yang disusun oleh Dosen UM (dengan tanpa menghilangkan substansi yang ada PermenRistek Dikti Nomor 20 Th 2017 dan tanpa mengurangi apa yang tertuang pada Peraturan Rektor UM nomor 11 tahun 2015 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Angka Kredit Kenaikan Jabatan Akademik/pangkat Dosen Universitas Negeri Malang, maka Karya Ilmiah dalam bentuk Buku Referensi hendaknya memenuhi kriteria sebagai berikut: (1) substansi pembahasannya pada satu bidang ilmu sesuai kompetensi penulis–atau isi buku sesuai dengan bidang keilmuan penulis; (2) berupa hasil penelitian atau pemikiran original; sehingga perlu (3) disajikan metodologi penelitian atau metodologi pemecahan masalah; (4) mengandung nilai kebaruan, dukungan data atau teori mutakhir yang lengkap dan jelas; (5) terdapat daftar pustaka yang menunjukkan rekam jejak kompetensi penulis;  (6) ber ISBN; (7) tebal paling sedikit 40 halaman cetak menurut format UNESCO; (8) berukuran standard 15 x 23 cm; (9) diterbitkan oleh penerbit Badan Ilmiah/Organisasi/Perguruan Tinggi; dan (10) Ttidak menyimpang dari falsafah Pancasila dan UUD RI Tahun 1945.

MONOGRAF

Buku Monograf (dalam Peraturan Menristek DIKTI Nomor 20 Th 2017, dan Dalam Peraturan Rektor UM nomor 11 tahun 2015)  dinyatakan bahwa monograf adalah suatu tulisan ilmiah dalam bentuk buku yang substansi pembahasannya hanya pada satu topik/hal dalam satu bidang ilmu kompetensi penulis. Isi tulisan harus memenuhi syarat-syarat sebuah karya ilmiah yang utuh, yaitu adanya rumusan masalah yang mengandung nilai kebaruan (novelties), metodologi pemecahan masalah, dukungan data dan teori mutakhir yang lengkap dan jelas, serta ada kesimpulan dan daftar pustaka yang menunjukkan rekam jejak kompetensi penulis.

LP3 UM ketika melakukan penilaian Buku monograf menggunakan kriteria: (1) dasar menulis—hasil penelitian/pemikiran; (2) pengguna utama adalah dosen untuk mengajar dan meneliti; (3) sesuai alur logika/urutan keilmuan; (4) ada peta keilmuan—road map; (5) bahasa formal; (6) diterbitkan-disebarluaskan dan ber ISBN; (7) substansi pembahasannya hanya pada satu hal saja dalam satu bidang ilmu; (8) untuk belajar secara terbimbing, dan (9) tujuan penggunaan adalah untuk penelitian dan pengajaran.

BUKU AJAR

Buku Ajar (dalam Peraturan Menristek DIKTI Nomor 20 Th 2017) adalah buku pegangan untuk suatu mata kuliah yang ditulis dan disusun oleh pakar dibidangnya dan memenuhi kaidah buku teks serta diterbitkan secara resmi dan disebarluaskan. Dalam Peraturan Rektor UM nomor 11 tahun 2015 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Angka Kredit Kenaikan Jabatan Akademik/pangkat Dosen Universitas Negeri Malang penulis, Buku Ajar tidak disebut-sebut sebagai karya dalam bentuk buku sehingga tidak ditemukan penjelasan yang rinci tentang Buku Ajar. Namun demikian, tetap mempunyai nilai akademik dan memenuhi kaidah ilmiah dan dihargai dengan angka kredit  sebagai  “Buku Jenis Lainnya” (tidak termasuk buku Referensi dan Monograf) sepanjang memenuhi persyaratan sebagai karya ilmiah.

Penulis berpendapat bahwa buku Ajar adalah buku yang disusun dengan cakupan isi terbatas, isinya dibatasi oleh kurikulum—silabus—dan rencana perkuliahan untuk mata kuliah atau mata pelajaran tertentu bagi mahasiswa atau siswa pada level (smester/kelas) tertentu. Analog dengan buku ajar adalah Diktat atau  Modul (jika ditujukan untuk keperluan pembelajaran secara mandiri). Nama Buku Ajar, lazimnya, sama dengan Nama Mata Kuliah atau Nama Mata Pelajaran tertentu, misalnya: Pengantar Pendidikan (Untuk Mahasiswa S1 PGSD Smester 1), Pembelajaran Terpadu untuk S1 PGSD, Pelajaran IPS untuk Kelas 4 SD Smester 1, Metodologi Penelitian Kualitatif untuk Mahasiswa S2 Pendidikan Dasar, dst.

Karakteristik buku Ajar diantaranya adalah: berisi bahan ajar (materi perkuliahan/pelajaran)  untuk mata kuliah/pelajaran tertentu, atau berbentuk panduan berkegiatan yang memungkinkan peserta didik dapat mengkonstruksi pengetahuan tertentu secara mandiri—untuk kurikulum yang berorientasi konstruktivistik, menjadi salah satu sumber belajar untuk matakuliah/pelajaran tertentu, disusun secara sistematis dan sederhana, dan disertai petunjuk pembelajaran. Sistematika Buku Ajar  Secara Umum mencakup: Judul Buku (disajikan di Cover Depan), Kata Pengantar, Daftar Isi, Pendahuluan, sajian Bab demi Bab sesuai dengan unit-unit pelajaran/pokok bahasan Matakuliah/mata pelajaran, Daftar Rujukan, dan Tentang Penulis. Pada Setiap Bab nya tersusun dari: Judul Bab (Unit Perkuliahan/Pokok Bahasan), Petunjuk Cara Mempelajari Bab tertentu, Tujuan (aspek tujuan) Pembelajaran, Uraian Materi—Isi pelajaran/Panduan Beraktivitas untuk menghadirkan isi pelajaran tertentu secara konstruktivistik, Tugas dan Latihan, Rangkuman, dan Uji Kompetensi.

Buku Ajar yang baik (Akbar, 2013) setidak-tidaknya memenuhi kriteria: (1) relevansi:—relevan antara KI-KD-Indikator-Tujuan pembelajaran-uraian materi—tugas latihan—rangkuman-dan uji kompetensi, relevan dengan tingkat perkembangan peserta didik; (2) akurasi: sesuai kebenaran keilmuan, ketepatan mengutip hasil penelitian, tidak terdapat kesalahan fakta-konsep-teori; (3) ilustrasi: sesuai perkembangan peserta didik, memberi gambaran yang tidak menyesatkan; (4) kebahasaan: struktur kalimat benar, penulisan ejaan benar, ketatabahasaan benar; (5) kekomunikatifan—menggunakan bahasa setengah lisan; (6) lengkap dan sistematis: menyajikan kompetensi yang harus dikuasai, manfaat bagi kehidupan peserta didik, menyajikan daftar isi, daftar pustaka, glosarium, uraian materinya mengikuti alur pikir dari sederhana ke kompleks, dan dari lokal ke global; (7) terpusat pada peserta didik:–mendorong rasa ingin tahu peserta didik, terjadi interaksi peserta didik dengan sumber belajar, menyemangati siswa belajar secara kelompok, merangsang peserta didik membangun pengetahuan sendiri, dan menggiatkan peserta didik mengamalkan isi bacaan; (8) berpihak pada ideologi bangsa dan negara yakni Pancasila, dan (9) tingkat keterbacaannya tinggi.

LP3 UM ketika melakukan penilaian Buku Ajar menggunakan indikator sebagai berikut: (1) dasar menulis adalah Rencana Perkuliahan/Pembelajaran; (2) pengguna utama—mahasiswa untuk belajar; (3) alur dan strukturnya: Sesuai RPP, ada Ilustrasi, ada contoh, ada studi kasus, ada soallatihan/umpan balik; (4) bahasa—semi formal, menggambarkan, (5) diterbitkan dan disebarluaskan serta ber ISBN; (6) kepadatan materi—sesuai kebutuhan belajar; (7) tujuan penggunaan—untuk pembelajaran.

Menurut (Jones 1981) langkah-langkah penyusunan buku ajar (diktat) adalah: (1) planning yakni membuat perencanaan; (2) athering data yakni mengumpulkan data untuk bahan-bahan penulisan; (3) writing yakni penulisan draft; (4) reflecting yakni berpikir ulang tentang apa yang sudah ditulis dalam draft mencari kekurangan dan kesalahan yang masih ada untuk diperbaiki; (5) revising – perevisian agar menghasilkan tulisan yang lebih baik; dan (6) submitting—penyampaian kepada penerbit dan kepada para pembaca.

Sejalan dengan Jones, Thomkin (1990) mengidentifikasi langkah penyusunan modul (bahan ajar) sebagai berikut: (1) prewriting—prapenulisan dengan: membatasi topik, merumuskan tujuan, menentukan bentuk tulisan, menentukan siapa pembacanya, memilih bahan, dan mengorganisasikan ide; (2) drafting—menuangkan ide terkait dengan topik tulisan dengan membiarkan dulu hal-hal yang bersifat teknis dan mekanis; (3) revising—dengan meninjau ulang tulisan dengan memusatkan perhatian pada isi tulisan lewat menambah, memindah, menghilangkan, menyusun kembali tulisan; (4) editing—menyunting tulisan terkait dengan ejaan, pilihan kata, struktur kalimat, dengan perbaikan format tulisan.; dan (5) publishing yakni publikasi tulisan untuk memperoleh respon pembaca, revisi, penyuntingan akhir, dan penerbitan.

KESIMPULAN

Menurut Peraturan Menristek DIKTI Nomor 2017 diantara karya ilmiah dalam bentuk buku adalah Buku Referensi, Monograf, dan Buku Ajar. Ketiganya hendaknya memenuhi persyaratan sebagai karya ilmiah. Buku Referensi merupakan suatu tulisan dalam bentuk buku yang substansi pembahasannya pada satu bidang ilmu sesuai kompetensi penulis, mengandung nilai kebaruan, dukungan data atau teori mutakhir yang lengkap dan jelas, serta ada daftar pustaka yang menunjukkan rekam jejak kompetensi penulis. Buku Monograf adalah suatu tulisan ilmiah dalam bentuk buku yang substansi pembahasannya hanya pada satu topik/hal dalam satu bidang ilmu kompetensi penulis dan isi tulisan memenuhi syarat sebagai karya ilmiah yang utuh . Buku Ajar adalah buku pegangan untuk suatu mata kuliah tertentu, ruang lingkupnya dibatasi sesuai Silabus—RPS untuk matakuliah/pelajaran tertentu untuk tingkat pendidikan tertentu,  yang ditulis dan disusun penulis  dibidangnya dan memenuhi kaidah buku teks serta diterbitkan secara resmi dan disebarluaskan.

RUJUKAN

Akbar, Sa’dun, 2013. Instrumen Perangkat Pembelajaran, Bandung: Penerbit  Rosdakarya.

LP3 UM, 2017. Instrumen Evaluasi Jenis Buku Perguruan Tinggi, Malang: LP3 Universitas Negeri Malang.

Peraturan Menristek DIKTI Nomor 2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor.

Peraturan Rektor Universitas Negeri Malang  Nomor 11 Tahun 2015 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Angka Kredit Kanaikan Jabatan Akademik/Pangkat Dosen UM, Malang: Universitas Negeri Malang.

Jones, W. Paul (1981) Writing Scientific Papers and Report, Iowa: WM C Brown Company Publisher.

Tompkins, Gail E, 1990. Teaching Writing Balancing Process and Product, New York: Macmillan Publishing Company.