Persepsi dalam Komunikasi

Komunikasi akan berjalan efektif di antara pihak-pihak yang berkomunikasi bila terdapat kesamaan persepsi di antara mereka karena inti komunikasi ialah persepsi. Perbedaan persepsi terjadi karena setiap orang memiliki pandangan berbeda untuk hal, peristiwa, atau suatu benda yang sama. Persepsi yang diterima bisa berbeda dengan kenyataan sebenarnya karena persepsi bersifat menduga. Perbedaan persepsi dalam komunikasi menyebabkan komunikasi tidak berjalan efektif. Jadi persamaan persepsi di antara pihak-pihak yang berkomunikasi sangat penting bagi tujuan komunikasi.

Fenomena yang diamati selain dipengaruhi citra retina mata, juga dipengaruhi oleh kondisi pikiran pengamat. Seseorang dapat memiliki kesan berlainan mengenai lingkungannya meskipun ia memiliki informasi yang sama mengenai hal itu, sebab ia tidak mengetahui dunia sekelilingnya sesederhana ia duga. Manusia mengonstruksi suatu “gambar” mengenai dunia melalui proses aktif-kreatif yang disebut persepsi, yaitu proses internal seseorang dalam memilih, mengorganisasi, dan menafsirkan rangsangan dari lingkungan sehingga mempengaruhi perilakunya.

Sebagai contoh apakah gambar tersebut seorang berusia muda atau tua? Persepsi seseorang dapat berbeda dengan orang lain. Persepsi mereka mungkin kurang atau bahkan tidak cermat karena berdasarkan motif, perasaan, nilai, kepentingan, dan tujuan masing-masing yang berlainan.

Persepsi adalah inti komunikasi, sedangkan penafsiran (interpretasi) adalah inti persepsi yang identik dengan penyandian balik dalam proses komunikasi. Persepsi merupakan inti komunikasi karena jika persepsi seseorang tidak akurat, maka tidak mungkin orang tersebut berkomunikasi dengan efektif. Persepsi yang menentukan seseorang memilih atau mengabaikan suatu pesan.

Komunikasi efektif terjadi apabila pesan dapat dipahami serta mendorong penerima untuk bertindak sesuai dengan isi atau harapan pengirim pesan tersebut. Keefektifan komunikasi berkedudukan sangat penting dalam usaha memelihara hubungan baik antar personil lembaga umumya, atau staf kantor pada khususnya. Jika tercipta keefektifan komunikasi di organisasi, maka para pimpinan dan staf akan dapat menyelesaikan pekerjaannya secara efektif dan efisien, yang akhirnya berdampak pada peningkatan kualitas kinerja pimpinan dan staf tersebut.

Semakin tinggi derajat kesamaan persepsi antar individu, maka semakin mudah dan sering mereka berkomunikasi. Jika setiap orang dalam suatu organisasi berusaha terus meningkatkan derajat kesamaan persepsi dengan orang lain baik di dalam organisasi maupun di luar organisasi dengan melakukan kegiatan-kegiatan sejalan dengan tujuan organisasi, maka akan lahir komunikasi efektif yang bermanfaat sangat besar bagi kemajuan organisasi.