Kuliah-Kerja

.  * Afifi, J. 2015. Jangan Kuliah Kalau Nggak Bisa Dapat Kerja!!!. Saufa: Yogyakarta.

Indonesia, negara yang diakui dunia dengan kekayaan alamnya ini seakan-akan tak pernah habis dirundung masalah. Salah satunya adalah fenomena yang jarang disorot oleh media massa, meskipun setiap tahun kasusnya terus meningkat, yakni sarjana yang nggak dapat kerja alias pengangguran. Sebuah fenomena yang semakin menambah berat beban negara Indonesia ini untuk bisa bangkit dari keterpurukan. Kenapa justru para sarjana yang berwawasan luas dan mempunyai ilmu lebih banyak tidak mendapatkan pekerjaan setelah lulus dari kuliahnya?

Seiring berkembangnya zaman, semakin banyak orang yang melanjutkan pendidikannya sampai tingkat ke perguruan tinggi, bahkan tidak sedikit orang yang masih melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi lagi, seperti S2, S3, dan seterusnya. Hal tersebut dilakukan agar bisa mendapatkan pekerjaan yang mudah, pangkat yang lebih tinggi, gaji yang lebih besar, dan tunjangan hari tua yang bisa menjamin.

Dalam tinjauan logika, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka semakin tinggi pula ilmu dan wawasannya sehingga akan semakin mudah pula dalam mendapatkan pekerjaan. Namun, tinjauan logika ini ternyata tidak berlaku di Indonesia. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin tinggi ilmu seseorang, semakin banyak wawasan seseorang, tetapi semakin sulit mendapatkan pekerjaan. Sebaliknya, semakin rendah tingkat pendidikan seseorang, semakin rendah ilmu seseorang, semakin sedikit wawasan seseorang, justru semakin besar peluangnya untuk bisa mendapatkan pekerjaan.

Apakah yang menyebabkan terjadinya fenomena memprihatinkan seperti ini? Untuk menjawabnya, mari kita kupas bersama-sama hal tersebut melalui buku ini yang di tulis dengan gaya bahasa sederhana sehingga sangat mudah untuk dipahami. Semoga buku ini dapat membantu mengubah paradigma atau cara berpikir kita dalam menyikapi dunia pendidikan di negara ini.

.