Tag: filsafat pendidikan

Pendekatan Filsafat

bab 8 PENDEKATAN SISTEMATIS 1. Metafisika Meta berati sesudah atau dibalik, sedangkan fisika bermakna alam nyata. Dengan demikian metafisika berarti cabang filsafat yang membahas tentang hakikat sesuatu dibalik alam nyata ini (Bakry, 1986). Immanuel Kant mengartikan metafisika sebagai ilmu yang menyelidiki tentang “yang ada sebagai yang ada”, atau seperti Aristoteles menggunakan istilah being quabeing (Siswanto,

Metode Berfikir Filsafat

bab 7 Menurut Anton Bakker (dalam Shidarta, 1999), serta memperhatikan pendapat Runes (1963) dalam bukunya yang berjudul Dictionary of Philosophy, secara singkat akan dikemukakan urutan metode-metode filsafat, sebagai berikut: Metode Kritis Tokoh-tokoh masa keemasan jaman Yunani Kuno, yaitu Sokrates (470 – 399 SM) dan muridnya Plato (427 – 347 SM) telah memperkenalkan metode kritis ini.

Metode Penelitian Filsafat

bab 6 Seperti yang telah dibahas terlebih dahulu, bahwa berfilsafat pada intinya sangat mengandalkan daya fikir.Walaupun pembahasan kita lebih pada cabang filsafat nilai (aksiologi) yang mengacu pada nilai tata budaya dan pandangan hidup, namun kita tetap saja memerlukan ketajaman berfikir tersebut. Pikiran (cipta), memang perlu selalu diasah terus menerus, di samping faktor rasa (sense), dan

Sistem Nilai Budaya

bab 5 Lebih lanjut kebudayaan yang berwujud kompleksitas gagasan, nilai dan norma memiliki singkatan pula. Meskipun sifatnya abstrak, namun tetap memiliki tingkatan tertentu dari keabstrakannya tersebut, mulai dari yang paling abstrak, sampai dengan yang kurang begitu abstrak. Sistem nilai budaya adalah wujud kebudayaan jenis wujud yang paling abstrak. Disusul sistem norma kepercayaan dan norma kesusilaan,

Filsafat Pandangan Hidup

bab 4 MANUSIA & KEBUDAYAAN Hanya manusia yang berkebudayaan. Apakah makhluk lain tidak berkebudayaan? Para ahli menyimpulkan dalam definisi-definisi mereka, bahwa hewan serta makhluk lainnya tidak berkebudayaan. Mengapa hanya manusia yang berkebudayaan? Karena manusia memiliki sesuatu yang esensiil, yang tidak ada pada hewan atau makhluk lainnya. Manusia mempunyai ruh atau jiwa, yang pada dirinya dapat