Kategori: ARTICLE

Perlunya Supervisi Pendidikan

Swearingen dalam Sahertian (2008) mengungkapkan latar belakang perlunya supervisi terletak berakar mendalam dalam kebutuhan riil masyarakat. Sejumlah latar belakang tersebut adalah latar belakang: kultural, filosofis, psikologis, sosial, sosiologis, dan pertumbuhan jabatan. Latar Belakang Kultural Pendidikan adalah bagian integral dari kebudayaan. Kebudayaan diciptakan oleh akal budi manusia. Sekolah sebagai salah satu pusat kebudayaan bertugas untuk menyeleksi

Peran Guru dalam Administrasi Sekolah

Secara sederhana administrasi pendidikan adalah administrasi dalam bidang pendidikan. Secara definitif, administrasi pendidikan adalah proses keseluruhan, semua kegiatan bersama dalam bidang pendidikan dengan memanfaatkan semua fasilitas yang tersedia, baik personel, material maupun spirituil untuk mencapai tujuan pendidikan. Dengan kata lain, yang dimaksud administrasi pendidikan adalah suatu proses kegiatan pengelolaan dalam organisasi pendidikan dengan mendayagunakan semua

Pergaulan & Pendidikan

Pendidikan yang sebenarnya berlaku dalam pergaulan antara orang dewasa dan anak. Pendidikan memang kita dapati pergaulan antara orang dewasa dan anak. Pergaulan antara orang dewasa dan orang dewasa tidak disebut pergaulan pendidikan (pergaulan pedagogis) sebab di dalam pergaulan itu orang dewasa menerima dan bertanggung jawab sendiri terhadap pengaruh yang terdapat dalam pergaulan itu. Yang ada

Pendidikan Manusia

Pada dunia hewan sering terjadi gejala-gejala aneh yang kadang-kadang bertentangan dengan alam pikiran kita. Seekor anak kalajengking yang baru lahir, dengan secepat-cepatnya lari merangkak ke atas punggung induknya. Kalau tidak berlaku demikian, ia pasti disergap dan dimakan oleh induknya. Setelah anak kalajengking itu agak besar dan dapat mencapai makanannya sendiri, larilah ia sekencang-kencangnya melepaskan diri

Konsep Dasar Pendidikan

Pekerjaan mendidik bukanlah pekerjaan yang gampang. Kebanyakan awam berpandangan bahwa mendidik hanyalah pekerjaan meniru apa yang diamati dari orang tua atau guru kemudian ditiru. Hal ini menjadi benar jika pendidikan dilaksanakan tidak secara profesional. Perbedaan antara orang yang profesional dengan yang tidak profesional adalah bagi orang yang profesional mengetahui “mengapa” ia melaksanakan laku-laku mendidik yang