Kategori: ARTICLE

Langkah Pembinaan Guru

Marks & Stoop (1985) menyatakan lima fase dalam melaksanakan pembinaan keterampilan. Kelima fase tersebut meliputi: menciptakan hubungan-hubungan yang harmonis; analisis kebutuhan; mengembangkan strategi dan media; serta menilai dan revisi. FASE 1 : Menciptakan Hubungan yang Harmonis. Langkah pertama dalam pembinaan keterampilan pengajaran guru adalah menciptakan hubungan yang harmonis antara supervisor dan guru, serta semua pihak

Pengertian Supervisi Pendidikan

Supervisi merupakan bagian dari fungsi manajemen pendidikan dalam langkah pelaksanaan. Robbins (1984) dan Sergiovanni (1987) menyebutnya dengan istilah leading, Robbins & Decenzo (2004) menyebutnya dengan istilah staffing, Newman (1967), menyebutnya dengan istilah supervising. Sementara itu bila dilihat dari substansi manajemen pendidikan, kegiatan supervisi merupakan kegiatan pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia. Terdapat lima aspek kajian

Perlunya Supervisi Pendidikan

Swearingen dalam Sahertian (2008) mengungkapkan latar belakang perlunya supervisi terletak berakar mendalam dalam kebutuhan riil masyarakat. Sejumlah latar belakang tersebut adalah latar belakang: kultural, filosofis, psikologis, sosial, sosiologis, dan pertumbuhan jabatan. Latar Belakang Kultural Pendidikan adalah bagian integral dari kebudayaan. Kebudayaan diciptakan oleh akal budi manusia. Sekolah sebagai salah satu pusat kebudayaan bertugas untuk menyeleksi

Peran Guru dalam Administrasi Sekolah

Secara sederhana administrasi pendidikan adalah administrasi dalam bidang pendidikan. Secara definitif, administrasi pendidikan adalah proses keseluruhan, semua kegiatan bersama dalam bidang pendidikan dengan memanfaatkan semua fasilitas yang tersedia, baik personel, material maupun spirituil untuk mencapai tujuan pendidikan. Dengan kata lain, yang dimaksud administrasi pendidikan adalah suatu proses kegiatan pengelolaan dalam organisasi pendidikan dengan mendayagunakan semua

Pergaulan & Pendidikan

Pendidikan yang sebenarnya berlaku dalam pergaulan antara orang dewasa dan anak. Pendidikan memang kita dapati pergaulan antara orang dewasa dan anak. Pergaulan antara orang dewasa dan orang dewasa tidak disebut pergaulan pendidikan (pergaulan pedagogis) sebab di dalam pergaulan itu orang dewasa menerima dan bertanggung jawab sendiri terhadap pengaruh yang terdapat dalam pergaulan itu. Yang ada