Pendidik & Tendik

ka

Sekolah sebagai organisasi pendidikan jika diibaratkan sebuah rangkaian kereta api, maka di situ terdapat lokomotif yang dikendalikan oleh masinis (kepala sekolah), dirangkaikan dengan gerbong pembawa penumpang (peserta didik) yang difasilitasi oleh kondektur (pendidik), dan di tengah rangkaian ada restorasi tempat beberapa layanan (tenaga administrasi sekolah), serta rangkaian terakhir ada gerbong diesel yang dirawat oleh teknisi (laboran, pustakawan, dsb).

Kereta api tersebut akan dapat berjalan cepat sesuai rencana dan lancar-aman sampai tujuan apabila disiplin berjalan di atas relnya dan mengikuti rambu-rambu sepanjang rel (kebijakan, aturan, anggaran, program, dsb).

Jadi kesemuanya (pendidik dan tenaga kependidikan) harus seiring-sejalan serta selaras dan adil, dalam artian tidak adanya diskriminasi tehadap pemenuhan persyaratannya.

Pendidik menurut UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai: guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.

Sedangkan tenaga kependidikan menurut Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2000 meliputi: tenaga pendidik (pembimbing, pengajar/guru, dan pelatih), pengelola satuan pendidikan (kepala sekolah, direktur, ketua, rektor, dan pimpinan satuan pendidikan luar sekolah), penilik, pengawas, tenaga administrasi, peneliti, pengembang di bidang pendidikan, pustakawan, laboran, teknisi sumber belajar, dan penguji.