Kepemimpinan Situasional

Teori dari Paul Nersey dan Kanneth H. Blanchard ini menekankan pada kesesuaian antara gaya kepemimpinan dengan tingkat kematangan pengikut, dan merupakan perpaduan antara orientasi kepemimpinan (orientasi tugas ataupun hubungan manusia) dengan tingkat kematangan (kedewasaan) bawahan.

Teori kepemimpinan situasional tersebut dapat digambarkan dalam bagan berikut.

sikon

Terdapat lima kriteria untuk mengenali tingkat kematangan pengikut, yaitu:

  • Kemampuan untuk menetapkan tujuan yang cukup tinggi tetapi yang menurut perhitungan mampu dicapainya.
  • Kemauan dan kemampuan untuk memikul tanggung jawab. Kemauan saja tidak cukup tanpa kemampuan, demikian pula sebaliknya.
  • Mempunyai pendidikan dan pengalaman yang cukup sesuai dengan tugasnya.
  • Mempunyai kemampuan dalam melakukan tugas dengan penuh kepercayaan terhadap diri sendiri dan mempunyai harga diri.
  • Aktif, tidak tergantung, dan berani berdiri sendiri.

Berdasarkan level kedewasaan kelompok dan kombinasi tindakan tugas dan hubungan kerja yang baik dalam setiap tingkat, Hersey-Blanchard membagi beragam gaya kepemimpinan.

Sikap kepemimpinan tugas tinggi dan hubungan rendah disebut sebagai telling (mengatakan); yang digolongkan pada komunikasi satu arah yakni pemimpin menentukan peran anggota kelompok, memerintahkan mereka bagaimana, kapan, dan di mana melakukan tugas.

Sikap kepemimpinan tugas tinggi dan hubungan tinggi disebut selling (menjual). Sikap ini memberikan arahan jelas tentang peran tanggung jawab, menggunakan komunikasi dua arah, dan dukungan sosio-emosional untuk membuat anggota kelompok menerima dan mendukung keputusan yang harus dibuat.

Sikap kepemimpinan tugas rendah dan hubungan tinggi disebut sebagai participating (berpartisipasi). Anggota di sini mempunyai kemampuan dan pengetahuan untuk menyelesaikan tugas, sehingga pemimpin dan anggota kelompok berdiskusi di pengambilan keputusan melalui komunikasi dua arah dan sikap fasilitator pemimpin.

Sikap kepemimpinan tugas rendah dan hubungan rendah disebut delegating (mendelegasikan). Pada titik ini, anggota kelompok ingin dan mampu membuat atau mengambil tanggung jawab untuk mengarahkan tindakan tugas mereka masing-masing. Dengan demikian pemimpin memberikan otonomi kepada anggota dalam penyelesaian tugasnya.

klik-disiniklik baca buku