Team Work

Setiap organisasi yang berkinerja unggul memerlukan kelompok kerja yang berperilaku sebagai tim. Kelompok kerja tersebut adalah sekumpulan orang kompeten yang saling melengkapi, saling mempercayai, saling menghargai, saling mendorong, dan saling membantu dalam semangat kebersamaan.

Semboyan kelompok kerja ini adalah TEAM (singkatan dari Together Everyone Achieve More) yang berarti “dengan bersama maka setiap orang akan dapat mencapai hasil yang lebih banyak dan lebih baik”.

Johnson (2012) menjelaskan pengertian tim dengan membuat sebuah analogi tentang identifikasi jenis tim yang bisa menunjukkan hakikat dari tim itu sendiri, sbb.

Tim Golf: setiap anggota berfungsi secara individual, bekerja secara individu untuk meraih skor setinggi mungkin, sehingga ketika skor-skor individu digabungkan ke dalam skor tim, maka tim tersebut akan menang.

twTim Baseball: para anggota kelompok relatif mandiri satu sama lain, dan meskipun seluruh anggota diharuskan untuk bersama-sama berada di dalam lapangan, mereka sebenarnya tidak pernah berinteraksi secara keseluruhan pada waktu yang sama.

Tim Sepak Bola: anggota dibagi menjadi tiga sub tim yaitu: penyerang, pertahanan, dan gelandang. Ketika sub tim berada di lapangan, tiap pemain terlibat dalam setiap permainan, tetapi masing-masing tetap memiliki satu susunan keterampilan yang terspesialisasi berdasarkan posisinya. Sehingga penentuan kerja tim dipusatkan pada sub tim, bukan pada tim secara keseluruhan.

Tim Bola Basket: seluruh anggota bermain dalam tim sebagai satu kesatuan. Tiap pemain terlibat di dalam seluruh aspek permainan, penyerang, dan pertahanan. Setiap anggota harus mengoper, berlari, menjaga, dan menembak. Jika seorang pemain pengganti bergabung, maka seluruh anggota harus bisa menyesuaikan diri bermain dengan orang baru tersebut.

Kerja tim sejati dianalogikan seperti tim bola basket dimana usaha dari setiap anggota berhubungan menjadi satu hasil tunggal yang sederajat. Jadi prioritas dari sebuah tim adalah terdapatnya tujuan bersama dimana setiap anggota berbagi tanggung jawab untuk mencapainya serta setiap anggota memahami dan merasa terikat untuk mencapai tujuan bersama tersebut.

Supaya tim bisa produktif maka pemimpin perlu meningkatkan kerjasama tim yang efektif. Kunci utamanya adalah adanya komunikasi yang efektif, mendengarkan secara aktif, memotivasi anggota tim, dan menyelesaikan konflik secara efektif.

Jika semua hal tersebut diterapkan secara konsisten oleh pemimpin, maka para anggota akan memiliki kebanggaan (pride) menjadi bagian dari tim. Pada akhirnya setiap anggota tim memiliki sebuah “tanggung jawab pribadi untuk memberikan yang terbaik” (PRIDE: Personal Responsibility In Delivering Excellent) bagi kinerja timnya.