Manajemen Layanan Khusus di Sekolah

Sekolah merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas bangsa Indonesia. Sekolah tidak hanya memiliki tanggung jawab dan tugas untuk melaksanakan proses pembelajaran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi saja, melainkan harus menjaga dan meningkatkan kesehatan baik jasmani maupun rohani peserta didik. Hal ini sesuai amanat UU Sistem Pendidikan Nasional yang memuat tentang adanya tujuan pendidikan nasional. Untuk memenuhi tugas dan tanggung jawab tersebut, maka sekolah memerlukan suatu manajemen layanan khusus (MLK) yang dapat mengatur segala kebutuhan peserta didiknya sehingga tujuan pendidikan tersebut dapat tercapai.

Pengelolaan (baca: manajemen) layanan khusus merupakan salah satu dari substansi ekstensi manajemen pendidikan, yaitu bidang garapan di dunia pendidikan yang mesti dikelola karena berkontribusi besar terhadap kesuksesan proses substansi inti. Sehingga layanan khusus perlu dikelola dengan proses manajemen yang efektif.

Buku ini membahas tiga belas layanan khusus peserta didik di sekolah. Yaitu meliputi layanan: bimbingan konseling, perpustakaan, laboratorium, ekstrakulikuler, UKS, kafetaria, koperasi, OSIS, transportasi, asrama sekolah, akselerasi, kelas inklusi, dan pendidikan sistem ganda (prakerin).

Sedangkan kajian fungsi manajemen layanan khususnya terdiri atas: Perencanaan, meliputi analisis kebutuhan dan penyusunan program layanan khusus; Pengorganisasian, berupa pembagian tugas untuk melaksanakan program layanan khusus; Penggerakan, meliputi pengaturan pelaksanaan layanan khusus; serta Pengawasan, berupa pemantauan dan penilaian kinerja program layanan khusus di sekolah.

Berdasarkan pembahasannya tersebut, maka buku ini layak dijadikan sebagai bahan referensi dalam matakuliah manajemen layanan khusus ataupun sebagai rujukan dalam mengelola layanan khusus di sekolah. Sehingga cocok dibaca oleh para: mahasiswa, dosen, pendidik, kepala sekolah, manajer atau pimpinan instansi pendidikan, serta praktisi manajemen pendidikan.