Konsep Dasar Organisasi

Pengertian organisasi bisa dilihat dalam arti statis dan dalam arti dinamis. Organisasi secara statis ialah wadah bagi berlangsungnya seluruh aktivitas administrasi, manajemen, kepemimpinan, hubungan kemanusiaan, komunikasi, dan manusia (man) yang berkaitan secara hierarkis.

org

Gambar di samping menunjukkan bahwa administrasi merupakan kulit dari manajemen atau manajemen merupakan inti administrasi. Sedangkan inti dari manajemen adalah kepemimpinan. Selanjutnya inti dari kepemimpinan adalah human relation yang terjadi antar manusia dalam setiap bentuk kerjasama. Hubungan manusiawi bisa tercipta dengan baik apabila terdapat komunikasi yang efektif. Fungsi komunikasi adalah inti dari hubungan manusia dalam proses kepemimpinan karena komunikasi merupakan mekanisme yang menyebabkan terciptanya hubungan antar manusia (man) dalam organisasi.

Sedangkan organisasi dalam arti dinamis menyoroti isi aktivitas/kegiatan dalam organisasi serta aspek/proses kerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Proses tersebut ialah fungsi manajemen (planning, organizing, actuating, & controlling). Sehingga organisasi dalam arti dinamis disebut organisasi sebagai fungsi, yaitu memberikan kemungkinan pada manajemen untuk bergerak. Jadi organisasi tidak hanya sebagai wadah saja, tetapi juga sebagai sistem kerjasama, sebagai sistem tata-hubungan kerja, dan sebagai proses pembagian tugas.

Istilah organisasi mempunyai banyak sinonim antara lain institusi atau lembaga, birokrasi dan organisasi formal. Organisasi merupakan pengelompokan orang-orang ke dalam aktivitas kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, atau dengan kata lain organisasi merupakan penugasan orang-orang ke dalam fungsi pekerjaan yang harus dilakukan agar terjadi aktivitas kerjasama dalam mencapai tujuan.

Tujuan organisasi tidak akan tercapai dengan baik jika dilaksanakan secara individual. Maka orang-orang dalam organisasi harus bekerja bersama dan bekerja sama dalam kelompok-kelompok kerja sesuai dengan bidang tugas masing-masing. Kontribusi kelompok bermuara pada kinerja organisasi. Sehingga individu dan kelompok memainkan peranan sangat penting dalam organisasi.

Perilaku organisasi adalah akumulasi dari perilaku kelompok dan individu yang ada dalam organisasi tersebut. Sehingga jika membicarakan perilaku organisasi, maka bukan berarti organisasi itu yang berperilaku tampak secara nyata. Namun yang mempunyai perilaku adalah para individu atau para anggota (baik secara individu maupun kelompok) yang ada dalam organisasi. Perilaku para anggota organisasi secara keseluruhan akan memberi warna, ciri, dari tipe dari suatu organisasi. Termasuk juga bagaimana organisasi itu bergerak mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Mempelajari perilaku organisasi berarti mempelajari perilaku para anggota organisasi, baik secara individu atau secara kelompok. Sehingga mempelajari perilaku organisasi bukan mempelajari bagaimana organisasi itu berperilaku, tetapi mempelajari bagaimana para anggota organisasi itu berperilaku. Jika pemimpin ingin mengetahui lebih jelas mengenai perilaku organisasi, maka dia harus mengetahui pula perilaku kelompok dan perilaku individu yang ada di dalamnya.

klik-disiniklik baca buku