Kompetensi Dasar Guru

Jabatan guru merupakan jabatan profesional. Salah satu ciri yang menunjukkan bahwa guru merupakan jabatan profesional adalah memerlukan suatu persyaratan bekal pengetahuan dan kemampuan tertentu. Pengetahuan dan kemampuan dasar tersebut dikenal dengan istilah kompetensi dasar guru.

Ada beberapa kompetensi dasar yang harus dimiliki guru menurut Cooper yaitu: (1) mempunyai pengetahuan tentang belajar dan tingkah laku manusia, (2) mempunyai pengetahuan dan menguasai bidang studi yang dibinanya, (3) mempunyai sikap yang tepat tentang diri sendiri, sekolah, teman sejawat dan bidang studi yang dibinanya, dan (4) mempunyai ketrampilan teknik mengajar. Glasser mengemukakan empat kompetensi dasar yang harus dimiliki guru, yaitu: (1) menguasai bahan pelajaran, (2) kemampuan mendiagnosa tingkah laku siswa, (3) kemampuan melaksanakan proses pengajaran, dan (4) kemampuan mengukur hasil belajar siswa.

Berdasarkan dua landasan tersebut, Sudjana mengklasifikasi kompetensi dasar guru menjadi tiga, yaitu kompetensi bidang kognitif, kompetensi bidang sikap dan kompetensi bidang perilaku/performance. Kompetensi bidang kognitif adalah kemampuan intelektual seperti penguasaan mata pelajaran, pengetahuan mengenai belajar, dan sejenisnya. Kompetensi bidang sikap adalah kesiapan dan kesediaan guru terhadap berbagai hal yang berkaitan dengan tugas dan profesinya. Sedangkan kompetensi di bidang perilaku adalah kemampuan dalam berbagai ketrampilan, seperti ketrampilan mengajar, ketrampilan membimbing, ketrampilan menilai, dan sejenisnya.

Berdasarkan Proyek Pembinaan Pendidikan Guru (P3G), ada sepuluh kompetensi dasar guru, yakni kompetensi: (1) menguasai bahan, (2) mengelola program belajar mengajar, (3) mengelola kelas, (4) menggunakan media pengajaran, (5) menguasai landasan kependidikan, (6) mengelola interaksi belajar mengajar, (7) menilai prestasi belajar, (8) mengenal fungsi dan layanan bimbingan konseling, (9) mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah, dan (10) melakukan penelitian untuk keperluan pengajaran.

Dari sepuluh kompetensi dasar guru tersebut, bila ditelaah secara mendalam dapat diklasifikasi menjadi tiga, yaitu kemampuan merencanakan proses belajar mengajar, kemampuan melaksanakan proses belajar mengajar, dan kemampuan melakukan evaluasi dan tindak lanjut proses belajar mengajar.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru menyatakan kompetensi guru kelas SD/MI meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Secara rinci standar kompetensi tersebut adalah sebagai berikut.

Kompetensi Pedagogik meliputi: menguasai karakteristik peserta didik; menguasai teori belajar dan pembelajaran yang rnendidik; mengembangkan kurikulum; menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik; memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pernbelajaran; memfasilitasi pengembangan berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik; menyelenggarakan evaluasi proses dan hasil belajar; memanfaatkan hasil evaluasi untuk kepentingan pembelajaran; melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran.

Kompetensi Kepribadian meliputi: bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia; rnenampilkan diri sebagai pribadi yangjujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat; mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa; menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri; menjunjung tinggi kode etik profesi guru.

Kompetensi Sosial meliputi: bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak diskrirninatif; berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat komunitas profesi sendiri dan profesi lain; beradaptasi di tempat bertugas dengan keragaman sosial budaya.

Kompetensi Profesional meliputi: menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu; menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu; mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif; mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan; memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri.

Guru yang profesional memiliki kualitas mengajar yang tinggi. Lebih lanjut terdapat lima aspek yang menandai tingginya kualitas mengajar guru yakni: (1) Bekerja dengan siswa secara individu; meliputi: pemberian tugas secara individu, pekerjaan siswa segera diperiksa dan dikembalikan, percakapan guru dengan siswa sering dilakukan untuk menolong siswa, dan hubungan guru dengan siswa sangat akrab. (2) Perencanaan dan persiapan mengajar; meliputi: membuat perencanaan strategi belajar mengajar, mengadakan praktek lapangan, dan memperkaya pengetahuan dengan membaca. (3) Menggunakan alat bantu mengajar; meliputi: guru selalu memanfaatkan buku pelajaran, guru memberikan tugas yang berhubungan dengan alat praktek, dan guru memberikan tugas yang terkait dengan perpustakaan. (4) Mengikutsertakan siswa dalam berbagai pengalaman belajar; meliputi mengikutsertakan siswa dalam menyusun rencana pembelajaran, guru memberi tanggung jawab siswa terhadap tugasnya, guru memberi motivasi belajar pada siswa, dan guru menyajikan bermacam-macam pengalaman belajar. (5) Kepemimpinan aktif guru; meliputi: membantu dalam memecahkan masalah yang sedang dihadapi siswa, memberi kesempatan kepada siswa untuk menjadi pimpinan, memberi kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan berani mengemukakan pendapat, serta guru mampu mendayagunakan permainan untuk media pembelajaran.

Peranan guru dalam pengajaran merupakan kornponen penting dalam lembaga pendidikan. Terlebih dalarn proses pembelajaran, guru merupakan sumber daya rnanusia yang sangat menentukan keberhasilan pendidikan. Guru setiap kali berhadapan dengan siswa dalam proses pembelajaran, sehingga apabila ingin mengetahui kualitas pembelajaran dapat diketahui dari proses pembelajaran yang dilakukan guru. Tugas guru dalam pelaksanaan pembelajaran ada dua, yaitu mengelola pembelajaran, dan mengelola kelas. Gagne menjelaskan tugas guru dalam proses pernbelajaran meliputi perancang (designer), pelaksana (executor), penilai (evaluator). Sedangkan dalam mengelola kelas, guru hendaknya mampu menciptakan suasana kelas yang hangat dan menyenangkan, sehingga siswa senang belajar di kelas. Guru mengemban tugas mengembangkan kompetensi siswa dalam efek pembelajaran (instructional effect) dan dalam efek pengiring (nurturant effect).

Bila ditinjau dari sisi peraturan yang ada, yakni surat keputusan Menpan Nomor 86 tahun 1993, secara umum tugas guru dapat diklasifikasi menjadi empat, yaitu (1) melaksanakan tugas di bidang pendidikan, (2) melaksanakan proses belajar mengajar dan bimbingan, (3) melaksanakan tugas pengembangan profesi, (4) melaksanakan tugas penunjang proses belajar mengajar, yang meliputi tugas melaksanakan pengabdian masyarakat dan kegiatan pendukung pendidikan.

Melaksanakan tugas di bidang pendidikan mengacu pada tugas selalu meningkatkan pengetahuan yang dimiliki guru. Hal ini bisa dilakukan melalui lanjut studi, kursus-kursus atau mengikuti pelatihan. Melaksanakan proses belajar mengajar dan bimbingan adalah melaksanakan perencanaan, pelakasanaan, evaluasi dan tindak lanjut program pengajaran dan bimbingan. Melakukan pengembangan profesi penekanannya adalah melakukan kegiatan ilmiah untuk peningkatan diri, baik melalui penelitian, penulisan karya ilmiah, mengikuti seminar, loka karya dan sejenisnya. Sedangkan melakukan kegiatan penunjang adalah melakukan kegiatan pengabdian masyarakat, baik di sekolah maupun di masyarakat secara umum.

Tanggung jawab guru selalu berhubungan dengan tugasnya. Tanggung jawab dalam pengajaran adalah tanggung jawab untuk merencanakan, melaksanakan dan melakukan evaluasi pengajaran secara profesional disertai dengan rasa keinginan untuk melakukan yang terbaik. Tanggung jawab melakukan bimbingan, pada prinsipnya adalah tanggung jawab untuk merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan menindaklanjuti bimbingan kepada siswa secara sungguh-sungguh. Tanggung jawab mengembangkan kurikulum mengandung arti, guru dituntut untuk selalu mencari gagasan baru, menyempurnakan praktek pendidikan khususnya praktek pengajaran. Tanggung jawab mengembangkan profesi , pada dasarnya adalah tuntutan untuk selalu mencintai, menghargai, menjaga dan meningkatkan tugas dan tanggung jawab profesinya. Sedangkan tanggungjawab membina hubungan dengan masyarakat, pada dasarnya adalah tuntutan agar guru bisa berperan menempatkan sekolah sebagai bagian integral dari masyarakat dan sekolah sebagai pendukung masyarakat. Tanggung jawab guru tidak hanya di dalam sekolah tapi juga di luar sekolah. Guru bertanggung jawab untuk melestarikan budaya masyarakat dan sekaligus mengembangkan kehidupan masyarakat.

Dengan demikian jelas bahwa hubungan antara tugas dan tanggung jawab guru sangat erat sekali. Tugas merupakan pekerjaan atau kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan guru dalam merealisasi fungsi jabatan guru, sedangkan tanggung jawab merupakan tingkat komitmen guru dalam melaksanakan tugas-tugas jabatan guru secara penuh dengan segenap kemampuan yang dimiliki.

Tags: