Perlunya Supervisi Pendidikan

Swearingen dalam Sahertian (2008) mengungkapkan latar belakang perlunya supervisi terletak berakar mendalam dalam kebutuhan riil masyarakat. Sejumlah latar belakang tersebut adalah latar belakang: kultural, filosofis, psikologis, sosial, sosiologis, dan pertumbuhan jabatan.

  1. Latar Belakang Kultural

Pendidikan adalah bagian integral dari kebudayaan. Kebudayaan diciptakan oleh akal budi manusia. Sekolah sebagai salah satu pusat kebudayaan bertugas untuk menyeleksi pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi pribadi peserta didik. Secara positif sekolah bertugas untuk menghasilkan karya nyata, baik berupa gagasan, ide, pola tingkah laku, kebiasaan, berbudaya yang baik maupun berbagai benda budaya. Sejak dini pengalaman belajar maupun kegiatan belajar harus diangkat dari isi kebudayaan yang hidup dalam masyarakat itu. Sekolah bertugas untuk mengkoordinasi semua usaha sekolah dalam rangka mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang dicita-citakan. Sekolah bertugas mengkaji kreasi dalam menciptakan kebudayaan yang bersumber dari bangsa kita sendiri. Di sinilah letak perlunya supervisi untuk mengembangkan potensi kreativitas para peserta didik dan mengkoordinasi segala usaha dalam rangka mengembangkan budaya sekolah.

  1. Latar Belakang Filsafat

Suatu sistem pendidikan harus berakar pada sistem filsafat dan nilai-nilai yang dijunjung tiriggi oleh bangsa itu. Yang menjadi masalah ialah bagaimana menterjemahkan filsafat dan sistem nilai yang hidup ke dalam bahasa program pendidikan. Bila kita mampu menterjemahkan dengan tepat pemikiran filsafat itu ke dalam bahasa pendidikan, maka kit a tidak mcnempuh kekeliruan dalam tindakan mendidik. Jadi bila dilihat dari segi filsafat, maka perlu ada orang yang dapat menterjemahkan konsep-konsep pendidikan yang masih abstrak itu ke dalam pengertian yang lebih operasional. Tugas itu dikembangkan oleh menteri pendidikan dengan aparatnya. Pada tingkat yang paling rendah adalah guru-guru di sekolah. Guru-guru mi perlu mendapat pembinaan dari para pembina pendidikan yang disebut supervisor. Supervisor bertugas membantu guru-guru dalam memberikan penjelasan mengenai program- program operasional agar mudah dimengerti oJeh guru-guru.

  1. Latar Belakang Psikologis

Secara psikologis supervisi itu terletak berakar mendalam pada pengalaman manusia. Pengalaman diartikan sebagai kegiatan atau usaha mengembangkan arti dari peristiwa atau situasi, sehingga orang dapat memiliki cara pemecahan suatu masalah baik sekarang maupun yang akan datang. Pengalaman merupakan usaha untuk tindakan selanjutnya. Pengalaman harus dipelajari dan dialami sendiri. Pengalaman yang luas memungkinkan kita memperoleh pengertian yang mendalam tentang sesuatu masalah, sehingga memperbesar kemampuan untuk mempraktekkannya. Sifat dasar manusia ialah kemampuan untuk mencipta. Pendidikan bertugas untuk memberi dorongan untuk mencipta dan membina kreativitas. Kondisi kreativitas itu tidak datang dengan sendirinya, tapi harus dilatih dan diajarkan. Di sekolah dikemukakan bahwa
kebanyakan kondisi yang mendorong dan menghambat kreativitas bersumber pada kegiatan jiwa seperti pengamatan, persepsi pertimbangan, perasaan. jadi penciptaan suasana psikologis seperti rasa aman, kebebasan mendororong kreativitas. Tugas supervisi ialah menciptakan suasana sekolah yang penuh kehangatan sehingga setiap orang dapat menjadi dirinya sendiri. Di sinilah letak perlunya supervisi pendidikan. Usaha untuk mendorong, dorongan emosional bagi guru-guru adalah salah satu kebutuhan dasar perlunya supervisi pendidikan.

  1. Latar Belakang Sosial

Seorang supervisor dalam melakukan tanggung jawabnya, ia harus mampu mengembangkan potensi kreativitas dari orang yang dibina melalui cara mengikutsertakan orang lain untuk berpartisipasi bersama. Artinya setiap tugas pemimpin sebagai supervisor berfungsi membantu, mendorong, menstimulasi tiap anggota untuk bekerja bersama. Supervisi harus bersumber pada kondisi masyarakat. Sebenarnya sekolah harus mampu mengubah masyarakat agar menjadi masyarakat yang demokratis. Dalam masyarakat demokratis setiap orang berkesempatan dan kemampuan untuk menstimulasi usaha-usaha kreativitas dan mengubah ke arah perbaikan dan setiap orang mengakui dan menghargai manusia mempunyai perbedaan individu yang unik. Demokrasi mengakui ketermasing- masingan dan menjunjung tinggi kebersamaan.Orang saling menghargai pendapat orang lain, saling menolong, saling memberi kebebasan kepada orang lain. sehingga tumbuh rasa bersama dan juga aman untuk berkarya. Dalam suasana rasa aman orang dapat berpikir secara kreatif dan bertanggung jawab. Bekerja dengan komitmen yang tinggi terhadap usaha bersama. Di sinilah letaknya fungsi supervisi pendidikan.

  1. Latar Belakang Sosiologis

Masyarakat ini selalu berubah. Setiap perubahan punya pengaruh terhadap tindakan dan pola tingkah laku seseorang. Dalam era globalisasi telah terjadi pergeseran tata nilai. Salah satu nilai yang berpengaruh terhadap pendidikan masa kini ialah nilai jual. Dulu orang mengukur nilai suatu pendidikan dari nilai moral, akhlak mulia, berbudi lubur. Tetapi dalam era globalisasi, yang ditandai dengan persaingan bebas, alat ukur adalah nilai ekonomis, yaitu uang. Orang mengembangkan sekolah unggul. Sekolah yang unggul yang berprestasi tinggi ukurannya adalah nilai jual. Siapa yang memiliki uang yang banyak akan mampu menyekolahkan anaknya di sekolah unggul. Apa yang terjadi bila pendidiken tidak Iagi bertugas memanusiakan manusia. Sekolah bukan lagi membentuk seorang manusia, tapi membentuk sebuah manusia. Kualitas seseorang diukur dengan nilai uang. Pengaruh perubahan masyarakat membawa akibat pada proses pendidikan dan hasil pendidikan itu sendiri. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi komunikasi serta sistem informasi telah membawa masyarakat kita serba mekanis dan bersifat individualistis. Bukan lagi bersifat kreatif dan produktif tapi bersifat pasif dan konsumtif. Anak belajar matematik bukan
dengan mengembangkan kekuatan akal, tapi akal diganti dengan mesin berpikir/kalkulator, Secara sosiologis perubahan masyarakat punya dampak terhadap tat a nilai. Sekarang norma-norma kehidupan menjadi relatif. Menghadapi perubahan seperti ini guru-guru mernerlukan supervisor untuk mengadakan tugas menukar ide dan pengalaman tentang mana yang terbaik dalam menghadapi perubahan tata nilai yang serba meragukan. Di sinilah letak perlunya supervisi pendidikan.

  1. Latar Belakang Pertumbuhan Jabatan

Guru adalab penceramah zaman dan seharusnya puny a visi masa depan. Ketajaman visi mendorong guru-guru untuk mampu mengembangkan misinya. Untuk dapat mewujudkan misi guru harus belajar terus menjadi guru yang profesional. Seorang guru harus tampak bugar (fitness) dalam penampilannya. Ia seorang yang gemar membaca, suka belajar terus-menerus, terbuka untuk menerima ide-ide baru inovasi dan sadar akan tanggung jawab profesionalnya. Tugas pelayanannya telah menyatu dengan dirinya, sehingga belajar mengajar dan mendidik. itu telah menjadi karier hidup (life carrier). Beberapa usaha dalam membantu pertumbuhan dan pengembangan profesi antara lain:

  • Selalu belajar dan mengembangkan dorongan ingin tahu.
  • Selalu peka dan peduli terhadap tuntutan kemanusiaan dan kepekaan sosial, sehingga dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat sekitamya.
  • Selalu ada kesediaan untuk memperoleh pengetahuan dan informasi yang baru.
  • Menumbuhkan minat dan gairah terhadap tugas mengajar, karena tugas mengajar sudah menyatu dengan hidupnya,

Di sinilah letak perlunya supervisor, yaitu orang yang bertugas membantu (assisting), memberi dorongan (supporting) dan mengajak untuk ikut serta (sharing) dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh para guru.

Kepala sekolah sebagai pimpinan sekolah memiliki kewajiban membina kemampuan para guru. Dengan kata lain kepala sekolah hendaknya dapat melaksanakan supervisi secara efektif. Sementara ini pelaksanaan supervisi di sekolah seringkali masih bersifat umum. Aspek-aspek yang menjadi perhatian kurang jelas, sehingga pemberian umpan balik terlalu umum dan kurang mengarah ke aspek yang dibutuhkan guru. Sementara guru sendiri pun kadang kurang memahami manfaat supervisi. Hal ini disebabkan tidak dilibatkannya guru dalam perencanaan pelaksanaan supervisi. Padahal proses pelaksanaan supervisi yang melibatkan guru sejak tahap perencanaan memungkinkan guru mengetahui manfaat supervisi bagi dirinya. Supervisi merupakan pendekatan yang melibatkan guru sejak tahap perencanaan dan merupakan jawaban yang tepat untuk mengatasi kekurangtepatan permasalahan yang berhubungan dengan guru pada umumnya.

Kepala sekolah diharapkan memahami dan mampu melaksanakan supervisi karena keterlibatan guru sangat besar mulai dari tahap perencanaan sampai dengan analisis keberhasilannya. Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas guru ialah melalui proses pembelajaran dan guru merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan secara terus menerus agar dapat melaksanakan fungsinya secara profesional Pelaksanaan supervisi yang diasumsikan merupakan pelayanan pembinaan guru diharapkan dapat memajukan dan mengembangkan pengajaran agar guru dapat mengajar dengan baik dan berdampak pada belajar siswa. Supervisi berfungsi membantu guru dalam mempersiapkan pelajaran dengan mengkoordinasi teori dengan praktik.

Sahertian, P.A. 2008. Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan dalam rangka Pengembangan SDM. Jakarta: Rineka Cipta.