Kuliah Ambil Hikmahnya

Jawa Pos – Apa jadinya jika komedian dapat penghargaan dari almamater kampusnya? Bisa jadi komedian itu justru melawak tanpa diminta. Itulah yang dilakukan Cak Lontong saat menerima penghargaan dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).

Dengan gayanya yang slengekan, pria bernama asli Lies Hartono itu malah membanyol saat diminta berpidato. ”Teman-teman saya rata-rata kuliah antara 3,5 sampai 4 tahun. Saya (lulus) hampir 7 tahun, saya menunjukkan kuliah di ITS itu tidak mudah. Ada teman yang bertanya, saya kuliah di ITS ambil jurusan apa, saya jawab ambil hikmahnya,” ucapnya yang langsung mengundang gelak tawa para audiens.

Cak Lontong mengatakan, dirinya tidak pernah berpikir bakal mendapatkan penghargaan dari ITS. Sebab, dia merasa hidupnya tersesat. Tak seperti kawan-kawannya di kampus setelah lulus, Cak Lontong malah berjodoh dengan dunia entertainment. Menjadi pelawak berarti melenceng dari apa yang dia dapat saat kuliah.

Pria yang pernah bergabung dengan grup ludruk Tjap Toegoe Pahlawan itu lantas menceritakan saat dia diundang mantan Menteri Pendidikan M. Nuh ke sebuah acara. Kala itu, M. Nuh memperkenalkan Cak Lontong sebagai alumnus ITS kepada undangan.

”Pak Nuh bilang, inilah alumni ITS yang sukses di jalan sesat. Terima kasih Pak Nuh, saya belum kembali ke jalan yang benar. Saya konsisten di jalan sesat,” ungkap Cak Lontong yang membuat audiens tertawa kembali, termasuk M. Nuh yang duduk di depannya, di barisan kursi tamu rektorat ITS.

ITS memberikan penghargaan kepada Cak Lontong karena berhasil mengharumkan nama almamater. Atas penghargaan itu, Cak Lontong tak lupa mengucapkan terima kasih. Tapi lagi-lagi, candaan cerdas meluncur lancar dari mulutnya.

”Terima kasih diberi penghargaan. Masa pendidikan tidak menghasilkan apa-apa buat ITS. Ijazah saya malah dimakan rayap. Rayapnya tahu betul mana yang dipakai dan tidak,” canda Cak Lontong.

Tidak hanya menghibur audiens, secara khusus Cak Lontong juga melontarkan candaan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Kebetulan, Susi lah yang paling semangat meminta Cak Lontong berpidato setelah namanya dipanggil maju ke panggung. Susi sendiri menerima gelar Doktor Honoris Causa dari ITS.