Sisdiknas & Masalahnya

VI

Pendidikan nasional menurut UUSPN No. 2 Tahun 1989 dilaksanakan melalui lembaga-lembaga pendidikan baik dalam bentuk sekolah maupun dalam bentuk kelompok belajar. Menurut UUSPN No. 20 Tahun 2003 pendidikan nasional dilaksanakan melalui pendidikan formal, nonformal, dan informal. Selanjutnya, dalam UUSPN No. 20 Tahun 2003 istilah jalur sekolah dan luar sekolah diperinci menjadi; pendidikan formal untuk jalur pendidikan sekolah, dan pendidikan nonformal dan informal untuk pendidikan luar sekolah.

Pengelolaan kelembagaan Sisdiknas terlalu disibukkan oleh berbagai perubahan kebijakan pendidikan yang ujung-ujungnya merubah atau mendekonstruksi kebijakan lama dan berkutat pada aktifitas itu. Sementara di wilayah praksis pengelolaan kelembagaan pendidikan nasional masih menemui kendala-kendala berikut: manajemen pengelolaan lembaga pendidikan yang belum sistemik, total, dan mendasar, belum adanya budaya mutu, kurang adanya relevansi dengan dunia luar, dan kurangnya akses dengan lembaga-lembaga pendidikan dalam skala internasional hingga menyebabkan kurangnya informasi dan akses di bidang pengembangan keilmuan dan kependidikan.

Permasalahan pendidikan dapat dilihat dari 2 sudut pandang yang saling terkait dalam implementasinya. Pertama, masalah makro pendidikan yang terdiri atas: standarisasi pendidikan, persamaan, pemeratan, dan berkeadilan, standart mutu, kemampuan bersaing. Kedua, permasalahan mikro pendidikan yang terdiri dari: kualitas manajemen, pemberdayaan satuan pendidikan, profesionalisme dan ketenagakerjaan, dan relevansi kebutuhan.