Aliran, Teori, & Pilar Pendidikan

IV

Aliran empirisme berpendapat bahwa anak lahir kedunia tidak mempunyai bakat dan kemampuan aliran ini berpendapat bahwa faktor keturunan tidak dapat berpengaruh terhadap perkembangan anak.

Aliran nativisme berpendapat bahwa perkembangan manusia ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir. Menurut nativisme pendidikan tidak dapat mengubah sifat-sifat pembawaan. Faktor lingkungan kurang berpengaruh terhadap perkembangan anak.

Aliran naturalisme mempunyai pandangan bahwa setiap anak yang lahir di dunia membawa mempunyai pembawaan baik namun pembawaan tersebut akan menjadi rusak karena pengaruh lingkungan sehingga aliran naturalisme sering disebut negativisme.

Aliran konvergensi mempunyai pandangan bahwa anak lahir di dunia ini telah memiliki bakat baik dan buruk, sedangkan perkembangan anak selanjutnya akan di pengaruhi oleh lingkungan. Jadi faktor pembawaan dan lingkungan sama-sama berperan penting.

Aliran progresivisme mempunyai pandangan bahwa manusia mempunyai kemampuan-kemampuan yang wajar dan dapat menghadapi serta mengatasi masalah yang bersifat menekan, ataupun masalah-masaalah yang bersifat mengancam dirinya.

Aliran konstruktivisme mempunyai pandangan bahwa pengetahuan pengetahuan mutlak diperoleh dari hasil kontruksi kognitif dalam diri seseorang, memiliki pengalaman yang diterima lewat pancaindra, yaitu penglihatan, pendengaran, peraba, penciuman dan perasa. Dengan demikian, aliran ini menolak adanya transfer pengetahuan yang dilakukan dari seseorang kepada orang lain, aliran ini beralasan bahwa pengetahuan bukan barang yang bisa dipindahkan, sehingga jika pembelajaran ditujukan untuk mentransfer ilmu, perbuatan perbuatan itu akan sia-sia.

Teori pendidikan merupakan landasan dalam pengembangan praktik-praktik pendidikan. Ada empat teori pendidikan, yaitu: (1) pendidikan klasik, (2) pendidikan personal, (3) teknologi pendidikan, dan (4) pendidikan interaksional.

Ada lima pilar pendidikan yang direkomendasikan UNESCO yang dapat digunakan sebagai prinsip pembelajaran yang bisa diterapkan di dunia pendidikan. Keenam pilar tersebut adalah learning to do, learning to be, learning to live together, learning to know, dan learning how to learn.